Beberapa santri terlihat berdiri di teras bangunan bilik bambu, menatap bekas petak kebon jati yang terhampar di depannya. Tangannya mendekap erat Al Quran di dada, lisan tak henti berdzikir. Mereka adalah santri yang memilih Al Quran sebagai sahabat hidupnya.
Banyak lagi santri lainnya yang juga menjadikan Al Quran sebagai sahabatnya, mereka berjuang menghafal Al Quran di bawah bimbingan seorang Hafidz bersanad di Pesantren Quran Taruna Ummah. Mereka disiapkan menjadi pemimpin qurani dalam program “One Hafidz for One Village”. Mereka diharapkan menjadi solusi akan sulitnya mendapatkan seorang imam masjid dan guru ngaji yang memiliki bacaan Quran berkualitas.
Langkah mudah berdonasi:
Atau melalui e-wallet:
Jadilah donatur pertama di program ini